I am Hope: Perjuangan dan Mimpi Penderita Kanker

Film I am Hope
Sutradara Adilla Dimitri
Produser : Wulan Guritno
Tahun Produksi : 2015, tayang 4 Februari 2016

 

Bercerita tentang seorang gadis muda bernama, Mia (Tatjana Saphira), ia bercita-cita ingin membuat sebuah pertunjukan teater. Namun mimpi indahnya tersebut harus terhenti sejenak karena ia dimengidap kanker tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-23. Penyakit yang sama yang telah merenggut nyawa sang ibunda, bernama Madina (Febi Febiola).

Mia yang dahulu berlatar belakang dari keluarga berkecukupan, saat ini ia hidup ala kadarnya karena biaya pengobatan ibunya terdahulu. Dan semenjak dokter (Ray Sahetapy) memvonis kanker, di saat yang sama ia merasa seluruh pengalaman kelam yang pernah menimpa keluarganya akan kembali terulang. Ayahnya bernama Raja (Tio Pakusadewo), akan sedih dan kembali terpuruk, ekonomi keluarga akan merosot, dan yang paling tergaris ia akan kehilangan mimpinya.

Namun demikian, Mia terus ditemani oleh Peri Pelangi (makhluk khayalannya sejak kecil), yang dipanggil Maia (Alessandra Usman) yang terus setia dan bersikap positif disampingnya. Mia tetap tegar berjuang menguatkan hatinya untuk menghadapi beberapa proses kemoterapi, sampai hampir seluruh energi yang telah ia persiapkan untuk membuat pertunjukan habis terpakai.

Pada suatu ketika saat Mia menjalani pengobatan, dengan sedikit uang transport yang tersisa, Mia mengunjungi sebuah Production House untuk menemui seorang produser pertunjukkan terkenal dan mengirimkan naskah yang menjadi mimpi juga semangatnya itu kepada sang produser. Namun setibanya di sana, Mia tak berhasil menemui Sang Produser. Untuk mengilangkan kekecewaan, kemudian ia menemukan sebuah pertunjukan kecil dari poster yang menarik perhatiannya.

Mia kemudian masuk dan menyaksikan pertunjukan itu. Tidak lama kemudian, pandangan Mia terpaku pada seorang aktor tampan, bernama David (Fachry Albar), yang membuat detak jantung Mia tidak seperti biasanya, seolah mereka memiliki sebuah ikatan. Selesai pertunjukan, Mia mampir ke dalam sebuah cafe dan kembali dipertemukan dengan David, yang kemudian menjadi awal perkenalan mereka.

Mia kemudian menjalin komunikasi dengan David. Selain itu, Maia juga ikut membantu membina hubungan Mia dan David menjadi lebih erat. Mia akhirnya dibantu oleh David untuk menyerahkan langsung naskah yang ia tulis kepada sang Produser itu, yaitu Rama Sastra (Ariyo Wahab). Bagai pelangi yang hadir di tengah hujan, upaya David dan Mia tersebut ternyata membuahkan hasil yang sangat baik. Mereka berhasil membuat Rama setuju untuk membaca naskah tersebut, bahkan Rama bersedia untuk membantu Mia mewujudkannya menjadi kenyataan.

Dengan dukungan dari David, Peri Pelangi, dan semangat yang tinggi, Mia kembali mengejar mimpinya. Sampai titik penghabisan, di mana mental yang melampaui fisik tidaklah cukup lagi. Mia akhirnya harus ditolong pemeran dokter di pertunjukan tersebut (Fauzi Baadilla) menuju ambulans. Mia harus istirahat di atas tempat tidur rumah sakit.

Mia kembali frustrasi harus menjalani operasi pengangkatan sel kankernya, dan ia tidak menyerah. Keteguhan semangat Peri Pelangi menyelimuti hati Mia yang juga tidak pernah padam, mengajaknya untuk menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.

Usai menjalani operasi yang sukses, Mia kembali mengejar impiannya. Peri Pelangi, seperti sel positif yang selalu membantu Mia di dalam pengobatannya melawan sel-sel negatifnya, atau kanker. Peri Pelangi, seperti perwujudan ide dan angan Mia, atas segala.

Akankah pertunjukkan theater Mia sukses?

Akankah David kesepian dan kecewa ditinggalkan Mia yang sekarat?

Apakah Mia sanggup menjalani dan memenangkan pengobatan kankernya?

Akankah Happy Ending or Sad Ending?

Tontonlah di layar-layar lebar bioskop kesayangan anda?

Penonton selama pemutaan film akan ditemani dengan musik dan lagu serta sound yang super dalam movie ini.

Soundtrack Film I am hope : Yura Yunita – Kasih Janganlah Pergi (Lagu dipopulerkan pertama kali oleh Band Bunga 1995)

 Sumber: http://movie.co.id/i-am-hope/
Dan tambahan sumber lain mp3

Film ini didukung oleh Komite Penanggulangan Kanker Nasional, para survivor cancer dan Kalangan Medik Departemen Radioterapi, beserta seluruh keluarga besar RSCM.

Iklan

Tentang Pegawai BYM

Situs ini adalah situs di luar pekerjaan dinas pegawai BYM, Jakarta Pusat. Hanya sekedar berbagi dan having fun kepada dunia
Pos ini dipublikasikan di Nondinas, RSCM dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s