Doa Mustajab Seorang Pasien

Dalam proses penyelesaian penulisan

Doa Pasien
Memang benar kalau seorang sabar, tabah dan menerima apa yang ditimpakan oleh Alloh SWT maka banyak hikmah dan kebaikan akan ia peroleh. Orang yang sedang sakit banyak keberkahan pada dirinya. Istilahnya sedang banyak malaikat yang menempel pada dirinya. Jadi hal tersebut menjadi pendorong bagi kita untuk menjenguk orang yang sedang sakit.
Berikut adalah kisahnya.

Tetanggaku Sakit
Tetanggaku satu kompleks kontrakan punya orangtua yang baik, taat beragama dan baik dalam bersosialisasi. Isterinya sudah meninggal. Tinggalnya tidak jauh dari kontrakan kami. Kadang ia datang menengok anak dan cucu lakinya.Sebut saja namanya Pak Ghofar (bukan nama sebenarnya), seorang pensiunan sebuah instansi negara.
image

Tetangga Kami Mengurus Surat
Kami tahunya Pak Ghofar sakit saat tetangga kami mengurus surat keterangan tidak mampu ke kelurahan. Katanya Bapak sakit dan perlu dirawat inap di rumah sakit. Jadi tetangga di samping rumah kontrakanku yang mengurus dari RT RW sampai ke Kelurahan.
image

Kebetulan ia dirawat di rumah sakit pemerintah yang dekat dengan kantorku, Aku pun menyempatkan menengok beliau. Senang sekali sore itu ia aku jenguk. Walaupun suaranya tidak jelas. Parau sekali, jadi dia bisa mendengar namun saat mengucapkan seperti speaker yang sudah rusak. Tidak jelas, namun pandangan dan senyumnya menunjukkan kesenangan dan kebahagiaannya didatangi tetangga. Rasulullah memang menganjurkan agar kita menjenguk saudara atau tetangga yang sedang sakit. Baik untuk kita dan baik juga bagi orang yang kita jenguk.

Dioperasi di Rumah Sakit
Pak Ghofar adalah pasien tumor pita suara. Jadi di jakunnya itu dioperasi oleh dokter. Sebenarnya bagian apa yang dioperasi saya kurang tahu. Kata anaknya Bapaknya 4 jam di ruangan operasi. Keluar dari sana di lehernya sudah ada perban. Operasi kata anaknya berjalan sukses. Dan tinggal menunggu perbaikan keadaan pasien maka dalam 4-5 hari boleh pulang.

Pulang Ke Rumah
Minggu depannya kembali Aku menengok Pak Ghofar, kali ini di rumah kontrakan anaknya. Oh ya anak Pak Ghofar yang tetangga aku itu pindah rumah kontrakan. Tidak jauh, hanya 100-200 meter dari kontrakan yang lama. Ngobrol ngalor ngidul, suaranya masih serak namun sudah lebih jelas.
Padaa saat itulah Dia mendoakan aku akan mendapat rumah. Akupun sambil tersenyum mengaminkan. Meskipun dalam hati agak ragu juga darimana jalannya. Tabungannya belum cukup membeli rumah secara kontan. Kalau mau KPR syaratnya masih jauh karena aku baru jadi pegawai tetap 3 tahun. Apalagi baru dengar teman kantor membeli rumah 2nd dekat rumah dengan harga 180juta. Sementara kalau dihitung2 tabunganku dan isteri hanya ada 25juta.
Beliau tampaknya melihat senyum keraguanku lalu berkata ah jangan ragu ragu begitu, percaya dan yakinlah Allah akan memberikan rumah untuk keluarga kamu. Demikian beliau bicara sambil menebar senyum.
Beliau bilang bahwa ada satu tindakan lagi yang akan dilakukan dokter untuk dirinya.

Operasi Lanjutan
Sepulang dari rumah Pak Ghofar aku membaca koran dan membuka internet. Kata isteriku ngapain sih pah, iklan jual rumah dipelototin begitu. Yah namanya usaha. Kami juga menyampaikan ke orang tua mertua saudara dan temaanku serta trman istriku kalau kami mau membeli rumah. Di dekat rumah orangtuaku ada tetangga mau jual rumah namun harganya tidak terjangkau 250juta. Mertuaku juga tidak tinggal diam, kalau ada yang akan jual rumah maka sayapun digeretnya untuk datang. Lihat lihat rumah, surat surat dan terutama hati. Apakah hati ini jatuh dan sreg kepada rumah tsb.
. Sementara aku sibuk mencari rumah yang masih bisa dijangkau harganya, aku pun lama tak jumpa Pak Ghofar.. Akhirnya ada seorang tetangga yang seperti terpaksa harus menjual rumah karena terjepit hutang dan kebutuhan kuliah anaknya.

Akupun mendekat menawar dan deal. Rencananya aku akan pinjam uang dari bank, dari Koperasi, dari teman kantor dan dari saudara kandungku. Harganya 100jutaan. Sebenarnya agak sulit juga bagi aku untuk membelinya. Banyak nian kekurangannya.

Terakhir Bertemu Pak Ghofar
Tidak sampai sebulan Pak Ghofar kembali ke rumah sakit pemerintah tersebut. Saat itu aku mendengar dari isteriku saat siang Kang Dedi mengurus surat kembali ke kelurahan untuk Pak Ghofar. Saat itu aku sedang proses melengkapi berkas berkas peminjaman ke bank dan Koperasi. Juga pendekatan ke teman kantor dan saudara kandungku. Berkas2 Bank dan Koperasi aku lengkapi dan masukkan ke bagian pengajuan peminjaman.
Aku pun kemudian menyempatkan menjenguk Pak Ghofar, kondisinya agak kurang baik. Aku hanya sempat melihatnya tertidur dalam keadaan masker oksigen dan selang infus menempel di tubuhnya.Anaknya yang paling kecil menyambut aku dan terlihat berbinar binar.
Akupun pamit dan menitipkan salam untuk Pak Ghofar kepada anaknya.
Saat menuruni tangga rumah sakit HP-ku berdering. Ternyata telepon petugas pemberi pinjaman Dari Bank pusat memberikan persetujuan pencairan dana pinjaman. Besoknya dari Koperasi juga ACC bahwa pinjaman akan turun dalam waktu seminggu.
Alhamdulillah, dari situ aku menghubungi pemilik rumah. Bersiap2 untuk DP rumah dan menyiapkan perjanjian jual beli.
Deal. Pembayaran terakhir aku dapatkan dari pinjaman teman kantorku yang baik hati dan saudara kandungku tercinta. Ya sang pemilik hanya memberi waktu 2 minggu untuk pelunasan. Bahkan kalau tidak nego sebenarnya saya hanya diberi waktu 4 hari untuk pelunasan rumah.

Alhamdulillah akupun memiliki sebuah rumah sendiri. Meskipun kudapatkan dengan proses hutang. Sayangnya Pak Ghofar tak bisa aku ajak berkunjung karena ia telah wafat kemudian. Iya beliau tidak sanggup melawan penyakit kanker di tenggorokannya. Kata dokter penyakit nya tergolong berat, sementara usia sudah sepuh dan beliau juga mulai kesulitan makan minum karena penyakit nya. Apalagi menurut saya karena tidak ada seorang isteri yang telaten merawat dan menjaga kesehatan nya. Bagaimanapun aku percaya doa dan semangat keyakinan yang ia titipkan kepada spiritku membuatku semangat dan berjuang keras untuk membeli rumah.
Kami sekeluarga mendoakan semoga lapang dan terang kuburmu Pak!

UPDATE: Sejak tanggal 27 April 2015 ada alur yang baru bagi orang yang akan berobat ke Poliklinik Spesialis RSCM baik untuk pasien umum tunai maupun dengan jaminan BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Mandiri, Informasinya bisa dibaca di sini. Pelayanan Pasien RSCM Mulai 27 April 2015

Cerita Pasien Yang Lain Bisa klik Cerita Pasien

Dalam proses penyelesaian penulisan

Iklan

Tentang Pegawai BYM

Situs ini adalah situs di luar pekerjaan dinas pegawai BYM, Jakarta Pusat. Hanya sekedar berbagi dan having fun kepada dunia
Pos ini dipublikasikan di Cerita Pasien dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s