Melahirkan di Rumah Sakit

<Dalam proses penyelesaian tulisan>

Kadangkala ada faktor penyulit yang membuat seseorang harus melahirkan di rumah sakit rujukan. Maka Bidan atau dokter di fasilitas kesehatan akan mengirim ibu untuk melahirkan di rumah sakit yang lebih mampu.
Namun Ada beberapa orang yang memang memilih untuk melahirkan di rumah sakit. Dan itu didasari oleh keinginannya sendiri. Misal karena sudah pernah melahirkan di rumah sakit tersebut dan menilai pelayanan nya OK. Atau memang sudah konsultasi dengan dokter di rumah sakit tersebut.
image

Ada beberapa persalinan harus dirujuk
Ada beberapa kehamilan yang harus dirujuk ke rumah sakit mengingat ada faktor penyulit yang bisa membahayakan keselamatan ibu dan bayinya. Misal Bidan tempat periksa sang ibu menemukan bahwa sang bayi terbelit tali pusar atau sang bayi pada saat waktunya dilahirkan belum jug masuk jalan lahir. Atau sang ibu mengalami hipertensi, riwayat asma, penyakit lupus, dan lain2.
Nah ibu mau melahirkan itu biasanya akan dirujuk ke rumah sakit yang bisa menangani.

Jampersal
Sebelum ada program BPJS Kesehatan untuk mengurangi angka kematian bayi dan ibu melahirkan, Kemenkes RI menyelenggarakan program Jaminan Persalinan (Jampersal). Syaratnya cukup mudah, hanya melampirkan buku pemeriksaan antenatal dari bidan atau puskesmas yang sudah terisi minimal 4×. Selain itu juga ada pengakuan yang dinyatakan dalam surat bahwa tidak memiliki jaminan seperti Askes, Gakin, Jamkesda, Jamkesmas, Jamsostek, atau Asuransi Kesehatan Swasta.

Lahiran di Swasta
Biaya Melahirkan secara sectio caesaria atau operasi caesar di rumah sakit swasta untuk kelas perawatan kelas I, umumnya berkisar antara 12jt – 30jtan.
Pernah ada kejadian seorang anak dimarahin orang tua karena melahirkan di rumah sakit swasta. Kenapa di rumah sakit swasta sih? Habisnya kalau di rumah sakit pemerintah takutnya dijadiin kelinci percobaan. Lah gak begitulah? Emang nya gak ada aturan medis apa? Ya kita pengen ngerasain aja bersalin di rumah sakit swasta. Pengen tahu layanannya.
Nah sekarang khan udah tahu, gimana? Nyesel khan. Lihat tuh tagihannya. Seharusnya 100% biaya ditanggung penjamin. Lah ini cuma 50%. Masih disuruh bayar 8juta lagi. Rp 8juta tuh gede, banyak, bisa buat kamar mandi rumah baru tahu.
Apalagi sesudah melahirkan cucunya itu harus diakikahkan dengan memotong 2 ekor kambing. Belum selamatannya. Wah si Kakek tambah sewot dengan pilihan rumah sakit anaknya.

Lahiran Pakai Jaminan BPJS Kesehatan
Ada saudara yang me lahirkkan dengan Jaminan BPJS Kesehatan. Dia melahirkan di rumah sakit pemerintah. Lumayan semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kecuali untuk biaya perawatan sang anak karena sang anak belum dijamin oleh BPJS. Mulai dari biaya operasi sesar, kamar perawatan, kunjungan dokter, obat-obatan, fasilitas makan, pemeriksaan laboratorium dan juga transfusi darah. Semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Dia tinggal menunjukkan surat rujukan puskesmas dan kartu BPJS Kesehatan nya saja sebagai persyaratan.

Pasien HIV (+)
Pasien HIV (+) Dapat melahirkan bayi yang bebas dari risiko tertular virus HIV dari Ibu yang positif dengan menjalani persalinan secara operasi caesar. Namun tidak semua fasilitas kesehatan mampu dan memiliki prossedur pelayanan operasi caesar bagi ibu HIV (+). Operasi tersebut harus dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dan tenaganya sudah dilatih. Tenaga di sini mulai dari dokter anak, dokter kandungan, dokter anestesi, perawat, pegawai sterilisasi, bagian farmasi dan bagian cleaning service. Semuanya berperan besar dalam mensukseskan tindakan operasi sesar bagi ibu HIV (+).

UPDATE: Sejak tanggal 27 April 2015 ada alur yang baru bagi orang yang akan berobat ke Poliklinik Spesialis RSCM baik untuk pasien umum tunai maupun dengan jaminan BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Mandiri, Informasinya bisa dibaca di sini. Pelayanan Pasien RSCM Mulai 27 April 2015

Cerita Pasien Yang Lain Bisa klik Cerita Pasien

Iklan

Tentang Pegawai BYM

Situs ini adalah situs di luar pekerjaan dinas pegawai BYM, Jakarta Pusat. Hanya sekedar berbagi dan having fun kepada dunia
Pos ini dipublikasikan di Cerita Pasien dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s