Aborsi di Rumah Sakit

Dalam proses penyelesaian penulisan

Aborsi adalah tindakan untuk menghentikan kehamilan yang sudah terjadi pada seseorang. Sejatinya menurut para aktivis antiarborsi, aborsi tidak menghentikan kehamilan, tapi menghentikan nyawa anak kandungnya. Lalu bagaimana kalau di hadapan dokter, seseorang meminta tindakan tersebut dilakukan kepada dirinya.
Ini adalah tulisan perihal tersebut.

Kisah Nyonya Fellin
Ny. Fellin (bukan nama sebenarnya) sakit keras, sudah beberapa kali berkonsul ke dokter spesialis. Terakhir ke dokter beliau divonis mempunyai tumor atau kanker di jaringan payudaranya. Ia pun menjalani serangkaian pemeriksaan detail, terapi obat dan diusulkan untuk menjalani tindakan radioterapi atau penyinaran.
Setelah terapi obat dia merasa lebih nyaman dan tubuhnya lebih segar, meskipun belum 100%. Tn. Satya (bukan nama sebenarnya) senang melihat kondisi isterinya yang mulai terlihat kembali sehat walafiat.
Namun dokter tetap menyatakan bahwa untuk menghentikan 100% pertumbuhan tumor tersebut harus dilakukan penyinaran.
image

Efek samping
Dokter memberikan informasi yang lengkap tentang prosedur penyinaran, hasil yang diharapkan, apa yang dialami dan apa saja efek samping bahkan sampai yang ekstrim, kalau tubuh Ny. Fellin tidak kuat maka dapat meninggal. Namun tentu dokter akan berusaha menjaga hal itu semua, agar penyinaran berlangsung aman.

Untuk penyinaran seperti juga kemoterapi (pengobatan dengan penyuntikan obat anti kanker) tidak cukup hanya dilakukan sekali. Jadi dilakukan berulang ulang.
image

Hamil 2 Minggu
Tanggal 3 Maret, adalah jadwal penyinaran yang pertama di Dadanya. Diberikan dosis radiasi yang bisa mematikan sel sel kankernya. Jadwal berikutnya akan dilaksanakan antara 17-20 Maret. Efek sampingnya memang luar biasa. Kulit dimana tindakan dilakukan menghitam. Dia pun merasakan mual mual. Dan yang aneh dia juga terlambat datang bulan.
Akhirnya sebelum jadwal radiasi berikutnya pada awal April, dia berkonsultasi kembali ke dokternya.
Ny Fellin,”Dok, apakah efek radiasi membuat datang bulan terlambat?”
Dr. Heiydi (bukan nama sebenarnya) ,”Bisa saja Bu, tapi Ibu sedang tidak hamil khan?”
Ny. Fellin, “Saya kan pakai spiral dok”.
Dr. Heiydi ,”Oh itu juga bisa membuat menstruasi tidak teratur. Sebaiknya Ibu dicek saja dulu tess kehamilan.”
Sebenarnya pada pertengahan Februari sudah dilakukan pemeriksaan kehamilan, hasilnya negatif.

Hasil Test Pack
Hasil pemeriksaan kehamilan sangat mengejut kan Ny.Fellin dan dokter. Ternyata hasilnya positif. Namun untuk meyakinkan, dokter meminta konsultasi ke dokter spesialis kandungan.
Hasilnya memang positif ada janin dan spiralnya memang masih ada juga di jalan rahim. Kadang metode spiral meskipun kecil tetap ada risiko kegagalan. Tapi memang ada beberapa % kegagalan alat kontrasepsi dalam mencegah kehamilan.

Ny. Fellin ingin Berhenti
Ny. Fellin ingin menghentikan kehamilan yang sedang dijalaninya. Ia pun lanjut konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis radioterapi. Sayang sekali jawabannya belum dapat dilakukan.
Dr. Sanhia (bukan nama sebenarnya) spesialis kandungan menegaskan di hadapan dr. Heiydi dan Ny. Fellin bahwa di rumah sakit ini tidak bisa melakukan pengguguran kandungan. Hal itu bertentangan dengan faham etika dan ilmu kedokteran di instansi ini. Tentu tidak ada satupun staf di rumah sakit ini yang bersedia melakukan tindakan tersebut.
Dr. Heiydi menyatakan bahwa kelanjutan terapi kanker dihentikan dulu sampai kehamilan berakhir.
Sementara obat obatan pun dipilih yang paling aman dulu bagi ibu yang sedang hamil atau malah ditiadakan dulu.

Ny. Fellin Melahirkan
Dokter dan keluarga menyarankan Ny Fellin dan Tn Satya untuk banyak berdoa dan mendekatkan diri kepada Yang Mahakuasa agar anak yang dikandungnya dilindungi dan disempurnakan bentuknya. Ny. Fellin sangat down, belum habis kankernya ternyata dia sedang mengandung saat radioterapi. Masalah dirasakan bertubi tubi. Namun suami, keluarga dan teman2 nya cukup banyak yang memberi perhatian dan menguatkan jiwa.
8 bulan kemudian Ny. Fellin melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat dan fisiknya sempurna. Hanya rambutnya saja yang tipis namun hal itu hal yang wajar. Alhamdulillah.
Segala kekhawatiran itu sudah lenyap dan ia merasa anak ini adalah keajaiban bagi dirinya untuk terus kuat dalam mengahadapi cobaan penyakit kanker ini.

UPDATE: Sejak tanggal 27 April 2015 ada alur yang baru bagi orang yang akan berobat ke Poliklinik Spesialis RSCM baik untuk pasien umum tunai maupun dengan jaminan BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Mandiri, Informasinya bisa dibaca di sini. Pelayanan Pasien RSCM Mulai 27 April 2015

Cerita Pasien Yang Lain Bisa klik Cerita Pasien

Dalam proses penulisan.

Iklan

Tentang Pegawai BYM

Situs ini adalah situs di luar pekerjaan dinas pegawai BYM, Jakarta Pusat. Hanya sekedar berbagi dan having fun kepada dunia
Pos ini dipublikasikan di Cerita Pasien dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s