Kanker Esofagus???? Dhuaarrrr

Siapa yang tidak kaget, sangat sangat kaget begitu mendengar penjelasan dokter bahwa penyakit papa adalah kanker esofagus. Bukan cuma itu sel sel kankernya ternyata masuk tergolong sel malignant alias ganas dan mudah menyebar di tubuh papa.
Berikut kisahnya
Aku seorang laki laki yang sukses dengan pekerjaan yang menjamin kesejahteraanku. Sejak menikah aku tidak serumah lagi dengan orangtuaku. Aku tinggal di perbatasan luar Jakarta dan papa mamaku di wilayah perumahan Jakarta Selatan.

Awal Gejala
Papa memang seorang perokok aktif namun sejak pensiun mulai mengurangi konsumsi rokoknya. Sebelum mulai sakit, sehari sebungkus rokok yang dia beli tidak habis. Papa sering ada keluhan. Papa menggunakan jaminan askes untuk berkonsultasi ke dokter rumah sakit. Ya tentu di rumah sakit pemerintah.
Papa berkonsultasi ke dokter spesialis THT karena ada keluhan kesulitan menelan.
Setelah 2 minggu, ternyata tidak ada perbaikan. Bahkan air minumnya saja keluar kembali. Seperti ada yang menahan di dalam kerongkongan papa. Papa jadi lemas karena kurang minum, apalagi makan. Berat badan papa turun biasanya 75kg now hanya 65kg.
image

Akhirnya papa dibawa ke IGD sebuah RS di kawasan Jakarta Pusat. Dokter penyakit dalam kemudian memeriksa papa.
Papa ternyata harus menjalani pemeriksaan endoskopi. Katanya mau dilihat kondisi kerongkongan papa. Selain itu, kalau ada sesuatu yang abnormal maka jaringan kerongkongan papa akan diambil sedikit contohnya.
Sebelum dilakukan pemeriksaan tsb, papa diambil darah dan dilakukan pemeriksaan EKG. Oh ya papa juga 5 tahunan lalu pernah punya riwayat sakit jantung. Sementara tindakan ini memerlukan stamina yang baik. Jangan sampai Pasien terkena serangan jantung saat di tempat tidur endoskopi. Papa juga disuruh puasa, namun kami keluarga bilang, memang papa tidak makan.
Kata dokter tidak boleh minum juga sejak malamnya. Kalau ada makanan atau minuman maka bidang pandanf kamera endoskopi akan terhalangi. Dokter juga baru akan melakukan tindakan itu kalau dokter anestesi memberikan persetujuan untuk tindakan itu. Istilahnya sudah ada ACC dari poliklinik perioperatif. Selain itu, hasil pemeriksaan EKG harus menunjukkan kondisi jantung papa kuat untuk tindakan endoskopi.
Papa wajahnya terlihat baik baik saja. Kadang mengajak bercanda dokter yang melakukan kunjungan periksa.
Papa kemudian dibius demi kenyamanan papa saat dilakukan pemeriksaan endoskopi.

UPDATE: Sejak tanggal 27 April 2015 ada alur yang baru bagi orang yang akan berobat ke Poliklinik Spesialis RSCM baik untuk pasien umum tunai maupun dengan jaminan BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Mandiri, Informasinya bisa dibaca di sini. Pelayanan Pasien RSCM Mulai 27 April 2015

Cerita Pasien Yang Lain Bisa klik Cerita Pasien

DALAM PROSES PENYELESAIAN PENULISAN

Iklan

Tentang Pegawai BYM

Situs ini adalah situs di luar pekerjaan dinas pegawai BYM, Jakarta Pusat. Hanya sekedar berbagi dan having fun kepada dunia
Pos ini dipublikasikan di Cerita Pasien dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s