Batu Akik Bawa Korban

Indonesia kembali ke zaman batu, begitu katanya.
Banyak orang yang diperbudak batu. Batu katanya punya petuah, bisa bawa kemakmuran, bisa melindungi, bisa ini dan itu. Orang jadi budaknya, mau ke kamar mandi harus lepas dulu. Tiap malam jumat, tuh batu kudu dimandiin. Sambil nunggu dan tak ada kerjaan tangannya gosok2 batu. Bawa amplas alus atau bambu hitam ke mana-mana.
image

Itulah fenomena saat ini.

Oh ternyata oh ternyata ada korban juga batu akik yang akhirnya butuh berobat ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Ada 2 kisah
A. Anak dan Batu Akik
Di halaman luar sekolah dasar banyak terdapat pedagang. Selain makanan dan minuman, ada juga yang berjualan mainan, stiker, buku dan alat tulis, keong umang serta kesukaan anak yang lain. Tak ketinggalan mengikuti demand yang berlangsung pada orang dewasa, cincin batu akik pun di jual di sini.
image

Cincin batu akik di sini adalah yang palsu. Batu mata cincinnya adalah buatan bukan bahan alam. Terbuat dari resin yang diberi warna warni. Ada juga yang dibuat dari kaca, seperti gundu atau kelereng. Diikat dgn cincin logam bahan stainless steel.
Harganya menyesuaikan dgn kantong saku anak anak. Yups, cukup 5.000, sudah dapat membawa pulang. Anak anak tidak mengerti apa bahayanya cincin tersebut.
Nah mulailah kisah ini.
Satu siang,Iky anak Bang Rohman, mencoba coba cincin batu akik palsu itu. Bersama teman teman nya sambil bersenda gurau. Salah satunya bermata ungu mirip akik kecubung. Warnanya menarik hati Iky. Dicobanya di jari kelingking, dan dicoba dilepas, mulus lepas nya. Dicobanya di jari manis dan masih bisa Dilepasnya. Masih agak kelonggaran mungkin menurut dia. Lalu dicoba lagi ke Jari tengah, nah di sinilah timbul masalah.
Cincin logam tersebut macet, tidak bisa lagi keluar dari ruas pertama jari tengahnya. Iky merasa cincin ini terlalu kuat mencengkram jarinya. Namun Bang Topa sang penjual meyakinkan Iky, tidak apa apa nanti juga di rumah pakau sabun atau minyak sayur akan mudah dilepas.

Iky Pulang
Iky pun pulang dan mencoba sendiri. Dengan sabun mandi, sabun cuci piring, namun tetap tidak berhasil. Demikian juga percobaan dengan minyak sayur. Sudah demikian licin tetap saja sang cincin tetap ngendon di jari tengahnya.
Ibunya belum menyadari apa yang terjadi demikian juga Bapaknya. Keduanya sibuk dan Iky merasa belum perlu meminta bantuan pada orang tuanya. Besoknya dia membawa sedikit minyak goreng ke sekolah, berharap Bang Topa bisa membantunya melepas sang cincin.
Petaka masih berlanjut, justru Bang Topa membuat tindakan tindakan yang menyebabkan cedera pada jari tengah Iky. Mata cincinnya lepas namun cincin tetap belum lolos dari jarinya. Iky merasakan sakit dan merasakan jepitan cincin tsb mulai menyiksa.

Lapor ke Ibu
Pulang ke rumah, siang itu ia mencari ibunya. Ibunya sedang mengurusi suapan adiknya. Dan ada acara arisan ibu Ibu RT. Oh nanti saja ya nak sama Bapak. Setelah melihat dan mencoba melepasnya dan tidak bisa.
Ternyata Bapaknya hari itu belum bisa pulang karena harus berdagang di Kota.
Akhirnya baru besoknya lagi setelah

UPDATE: Sejak tanggal 27 April 2015 ada alur yang baru bagi orang yang akan berobat ke Poliklinik Spesialis RSCM baik untuk pasien umum tunai maupun dengan jaminan BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Mandiri, Informasinya bisa dibaca di sini. Pelayanan Pasien RSCM Mulai 27 April 2015

Cerita Pasien Yang Lain Bisa klik Cerita Pasien

DALAM PROSES PENYELESAIAN PENULISAN

Iklan

Tentang Pegawai BYM

Situs ini adalah situs di luar pekerjaan dinas pegawai BYM, Jakarta Pusat. Hanya sekedar berbagi dan having fun kepada dunia
Pos ini dipublikasikan di Cerita Pasien dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s