Aku Ditolak Rumah Sakit

DALAM PROSES PENYELESAIAN PENULISAN

Orangtua membawa aku ke rumah sakit, iya aku sakit keras, Bapakku dan kakak kakakku membawaku ke dalam mobil.
Kami mencari rumah sakit mulai dari Jakarta Timu sampai dengan Jakarta Pusat. RS Swasta, namun mereka dengan alasan kamar penuh tidak bisa menerimaku untuk dirawat di sana.
Akhirnya aku dibawa ke RS milik pemerintah.

Awal Kisah
Awalnya aku merasa ada yang tidak beres dengan tubuhku. Panas badanku tinggi dan sakit di seluruh persendian. Orangtuaku sempat menyangka aku kena ilmu hitam atau guna guna.
Waktu itu aku baru saja menikah dan tinggal di kontrqkqn tak jauh dari rumah orang tuaku.
Aku sempat dibawa berobat ke orang pintar. Dibaca bacakan mantra dan jampe. Diberikan air pusaka untuk kuminum dan sebagian dipakai untuk mandi. Namun kesembuhan tidak pernah datang.
Aku juga berobat ke dokter umum. Bukan cuma sekali, namun beberapa kali dan berganti ganti dokter. Kondisi Kesehatan ku tetap saja begitu.
Badanku semakin kurus, tinggal tulang tulang saja. Kulitku pun timbul totol totol hitam. Semakin lama ambruklah aku. Aku menjadi tergantung penuh kepada suami, orangtua dan kakak kakak aku.

Mencari Rumah Sakit
Akhirnya orangtuaku memutuskan untuk membawaku ke rumah sakit. Rumah Sakit pertama yang dituju di dekat rumah aku. Namun mereka bilang tidak bisa merawat aku. Mereka bilang fasilitas pemeriksaan di rumah sakit nya kurang memadai.
Akhirnya akupun kembali digotong ke mobil orangtuaku.

Beruntung aku masih punya orangtua dan masih mau memperhatikan aku. Di cari lah kembali rumah sakit yang lain. Kali ini rumah sakit pemerintah yang kutuju. Namun mereka juga menyebutkan belum punya ruang isolasi untuk ruang rawatku. Aku gak ngerti juga apa maksudnya.

Akhirnya kembali kami harus berputar, waktu sudah lepas dari adzan maghrib. Gelappun mulai menutupi Jakarta. Tujuan kami adalah sebuah rumah sakit swasta di Jakarta Pusat. Kali ini perawat di unit IGD rumah sakit swasta itu juga memberitahukan hal yang sama. Bahwa mereka tidak dapat merawat aku.
Mereka menyarankan orangtua ku untuk membawa aku ke rumah sakit pemerintah tak jauh dari rumah sakit nya. Orangtuaku agak berpikir juga, maklumlah rumah sakit negeri itu selalu dipenuhi pasien. Selain itu banyak kisah yang kurang perihal RS tersebut.
Namun karena tak ada pilihan lain akhirnya didatangilah rumah sakit tersebut.

Rumah Sakit Terakhir
Kebetulan papa juga kenal dengan seseorang di rumah sakit pemerintah tersebut. Jadi kami bisa diantar untuk mengurus ini dan itu.

Penampakan Gedung Utama RSCM 2004

Penampakan Gedung Utama RSCM 2004

Sebulan kemudian aku pun sudah lebih baik. KAta dokter aku sakit lupus. Jadi ini penyakit laten, yang bersembunyi atau tidur saat tubuh kita staminanya OK. Jadi penyakit itu akan tetap ada di tubuhku. Jadi aku harus berhati-hati dan menjaga kesehatan tubuh aku.

UPDATE: Sejak tanggal 27 April 2015 ada alur yang baru bagi orang yang akan berobat ke Poliklinik Spesialis RSCM baik untuk pasien umum tunai maupun dengan jaminan BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Mandiri, Informasinya bisa dibaca di sini. Pelayanan Pasien RSCM Mulai 27 April 2015

Cerita Pasien Yang Lain Bisa klik Cerita Pasien

DALAM PROSES PENYELESAIAN PENULISAN

Iklan

Tentang Pegawai BYM

Situs ini adalah situs di luar pekerjaan dinas pegawai BYM, Jakarta Pusat. Hanya sekedar berbagi dan having fun kepada dunia
Pos ini dipublikasikan di Cerita Pasien dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s