Munggahan Bayemz

Munggahan bayem dalam rangka menyambut kedatangan tamu agung Ramadhan 1432 H.

Keluarga Besar Bayemz

Keluarga Besar Bayemz

Susunan Panitia :

Ketua Panitia : Kabid
Bendahara dan Pembaca Puisi : Mama Dedeh
Acara : Bunda Idha, Bunda Hima, Bunda Mien
Tilawah : Heppy deh
Sari Tilawah: dr. Lin Meycan
MC : Nanay ayoNay
Dokumentasi: Adedor
Pager Bagus (sedikit rusak): Pakde Sum, Bang Njuz, Buchoy, Bachoy
Konsumsi: Katering Kenyang Van Setiabudhi
Urusan ini itu: Mrs. Roekoen, Ms. Nita, Mrs. Helena, Pak Yeyih

Berikut video dan foto-fotonya :

Sekilas siraman rohani :

8 Tips menghadapi Bulan Ramadhan dari H. Dumyati, Apt
1. Banyak berdoa kepada Alloh SWT
2. Memperlihatkan kegembiraan menyambut ramadhan
3. Membuat rencana kegiatan Islami
4. Memperkuat niat untuk menjalankan ibadah
5.  (lupa, ada yang mau nambahin, pake komen ya)
6. Menambah ilmu fiqh Ramadhan
7. Mempersiapkan hati dan qalbu
8. Berupaya meninggalkan dosa dan kemaksiatan

Menurut istilah syar’i shaum atau puasa adalah : “Menahan diri dari makan, minum, jima’ (bersetubuh) dan lain-lain yang telah diperintahkan kita menahan diri daripadanya sepanjang hari menurut cara yang disyari’atkan. Disertai pula menahan diri dari perbuatan yang sia-sia, perkataan yang merangsang, perkataan yang diharamkan, perkataan yang dimakruhkan menurut syarat-syarat yang telah ditetapkan dan waktu yang telah ditentukan

PESAN-PESAN  PUASA RAMADHAN

Pesan Ramadhan dari Ustadz Alaydrus: Bulan Ramadhan banyak mempunyai gelar, salah satunya adalah Muthohir atau Mr. Cleaner, Sang Pembersih Dosa. Makanya banyak-banyaklah beristighfar di bulan berkah ini. Dosa apa aja yang dapat dibersihkan oleh Bulan Ramadhan, menurut Ustadz hanya dosa-dosa kecil dan juga bukan dosa kepada sesama manusia.Makanya pada waktu lebaran kita bersilaturahmi ke sana kemari, bersalaman dan bermaaf-maafan coz kita harus menghanguskan dosa yang kita buat kepada sesama manusia.
Kalau dosa besar seperti mencuri, berzina, durhaka kepada orang tua, membunuh, memakai narkoba dan miras itu tidak sanggup dibersihkan oleh Ramadhan, harus tobat nasuha yang sesungguhnya bukan tobat tomat yang kambuhan. Baru argometer amal buruk anda akan menjadi seperti bayi baru lahir, kembali menuju titik nol.
Jangan dikata orang yang melakukan dosa besar enak, sama sekali tidak. Orang yang berzina satu kali maka dia akan terhapus catatan amal baiknya selama 40 tahun ke belakang. Orang yang mencuri apalagi sampai korupsi maka akan digebukin di kuburnya oleh malaikat sampai hari kiamat. Bahkan ada riwayat Nabi Musa pernah lewat kuburan dan mendengar jerit tangisan dari salah satu kuburan. Malaikat yang mengiringinya memberitahukan bahwa orang tersebut pada waktu di dunia pernah sekali mengambil serpihan kayu tanpa ijin untuk menyungkil makanan di giginya. Hanya kesalahan sekecil itu dia digebukin selama 10 tahun. Astaghfirullah.
Dari Khatib Jumat Masjid Asysyifa RSCM, Jakarta 12 Agustus 2011 12.00-12.45, salah satunya menyebutkan Man shoma romadhona imanan wakhtisaban ghufirolahum ma takodamma min dzanbih yang artinya kurang lebih “Barang siapa berpuasa di Bulan Ramadhan dengan motivasi keimanan dan mengharapkan pahala, maka Alloh SWT akan mengampuni dosanya yang telah lalu“. Tapi apakah semua orang yang berpuasa akan diampuni dosanya? Perlu kita renungkan kembali karena syaratnya tidak batal puasa terlalu mudah. Kalau begitu anak kecil yang baru berusia 5 tahun pun sanggup tidak makan, tidak minum dan tidak berhubungan intim selama waktu subuh sampai maghrib. Kita juga harus ingat ada hadist lain yang artinya “Betapa banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan haus dan laparnya saja, tidak lebih“.
Dalam Bulan Puasa seharusnya kita isi dengan berpuasa, salat tarawih , salat berjamaah di masjid, mempersering waktu tilawah Alquran, memperbanyak amal sodaqoh dan berbuat kebaikan kepada kerabat, tetangga, saudara dan orang-orang seiman dan senegara. Jadi untuk mencapai puasa yang sanggup membersihkan dosa ya harus meningkatkan ketakwaan kita.

Dari Ustadz Muntaha (10 Agustus 2011): Jangan sampai peserta tarawih kena penyakit STMJ (Salat Tarawih Makin Jarang), 10 hari pertama masih kuwat, 10 hari kedua tarawihnya pindah ke Mall ITC dan pasar-pasar. Dan putaran 10 hari ketiga tarawihnya pindah ke terminal dan stasiun menuju pulang kampung. Jangan sampe puasa dan tarawih ditinggalkan. Sangat sayang, hadapilah Bulan Ramadhan seakan-akan ini adalah ramadhan terakhirmu.

Dari Almukarom Ustadz Manan (11 Agustus 2011): Bulan Ramadhan adalah bulan puasa. Puasa mengandung banyak hikmah, syumu tasyihu, berpuasalah kamu agar sehat. Puasa membersihkan fisik, daging dan darah, dari timbunan racun penyakit. Kalau racun-racun kecil bisa dikeluarkan dari hadast besar dan hadast kecil. keluar pada saat buang air besar dan kecil. Sementara ada toksin yang sudah menempel di daging dan atau mengendap di darah. Kalau tidak puasa maka racun tersebut tidak bisa keluar. Makanya nabi jarang sakit besar, paling pusing dan demam saja penyakitnya.
Jangan anggap enteng masalah makan. Bahkan Nabi Adam dan kita ada di dunia ini awal mulanya karena kesalahan pengendalian makan. Selain karena kecerdasan syaitan dalam memprovokasi Siti Hawa dan Nabi Adam. Sehingga termakanlah buah Khuldi yang katanya buah yang bisa mengekalkan Nabi Adam di surga firdaus padahal sudah dilarang oleh Alloh SWT.
Puasa juga bisa menjadi benteng pelindung, jinnatul, dari godaan setan. Makanya orang yang sudah baligh tapi belum sanggup nikah disuruh puasa oleh Nabi, Tujuannya agar terhindar dari godaan setan.
Puasa umat Nabi Muhammad SAW hanya 30 hari, padahal kalo puasanya Mpu Gandring dan penganut Hindu serta umat2 terdahulu untuk mencapai kesaktian perlu 40 hari. Jadi umat Islam udah banyak dapat kortingan n diskon. Namun banyak juga yang ga kuat puasa dan meninggalkannya.
Umat Nabi yang sanggup tidak batal puasanya dan tidak putus salat tarawihnya maka pada hari terakhir tarawih akan disalami oleh Malaikat Jibril. Tandanya orang yang disalami oleh Malaikat Jibril ia akan menangis pada saat Takbiran – lebaran, hatinya sedih.
Dari Buletin Dakwah Al-Ihsan Edisi 230/Thn.III Judul: Shaum, Manifestasi Ketaatan: Untuk melihat sejauh mana tingkat disiplin agama yang dibangun oleh kita di Bulan Suci Ramadhan, Alloh SWT menyuruh kita melaksanakan shaum enam hari di Bulan Syawal.
Mampukah kita mengendalikan diri untuk bershaum pada saat manusia masih terhanyut suasana lebaran?
Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin, sudah jelas bahwa syariat Islam adalah hukum Alloh SWT. Tinggal kita mau tunduk dan taat kepada-Nya ataukah tunduk kepada hawa nafsu kita dan tipuan syeitan serta orang-orang kafir.

Iklan

Tentang Pegawai BYM

Situs ini adalah situs di luar pekerjaan dinas pegawai BYM, Jakarta Pusat. Hanya sekedar berbagi dan having fun kepada dunia
Pos ini dipublikasikan di Nondinas dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Munggahan Bayemz

  1. Ping balik: Munggahan BYM 17 Juli 2012 | Pegawai BYM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s