Rapat Anggota Tahunan Koperasi KPRI RSCM 2018

Pada hari Senin, 9 April 2018 diadakan rapat Anggota Tahunan Koperasi KPRI RSCM 2018. Rapat tersebut berlangsung di Auditorium Gedung RSCM Kirana Lantai 6, dihadiri oleh perwakilan 159 orang.

Acara berlangsung aman lancar dan menghasilkan banyak keputusan yang positif. Selain itu dukungan dari anggota semakin besar karena secara legalitas, koperasi KPRI RSCM sudah syah di mata hukum kenegaraan.

Iklan
Dipublikasi di Nondinas, RSCM | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Jam Gadang Ikon Sumatera Barat

Siapa yang tidak pernah mendengar nama jam gadang? Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat. Tentu mayoritas kita semua pernah mendengar tentangnya. Sebuah jam yang mesinnya sejajar dengan Jam Big Ben di jantung Kota London Inggris. Video Liputan dan YouTube tentangnya juga banyak.
Jadi pada Tour BYM kali ini, Bukittinggi Memorable City 2018 Tour, destinasi wisata utamanya adalah ke Jam Gadang dan surrounding area-nya.

Jalan Mendaki Menuju Jam Gadang

Subuh masih, pagi akan datang. Kaki-kaki kami berjalan membuat langkah menuju ikon Bukittinggi. Hanya berdasarkan telunjuk penjaga guest house saja berangkatlah kami. Tidak jauh, tidak lama, paling 10 menit sampai, nanti ketemu jalan besar, nah tinggal lurus saja. Demikian disampaikan oleh penjaga guest house dengan logat Minang-nya.

Kata-kata itu sungguh ajaib, kamipun segera bergerak. Seiringan dengan ayam-ayam yang baru saja terbangun. Langkah kami maju menuju jalan lurus.

Penjaga Guest House tidak ada cerita bahwa jalan yang akan kami lewati adalah jalan menanjak tinggi. 😀. Hahaha, ya iyalah, Ah namanya saja Bukittinggi, ya tentu kita naik ke Bukit dan lumayan tinggi 😂. Hahahaha.

Alhamdulillah sampailah kami, hari Ahad, 25 Maret 2018 di jantungnya Sumatera Barat. Saat hari gelap dan masih subuh jam gadang tersiram cahaya warna warni. Semakin menarik dan menambah keindahannya. Sama seperti di Monumen Nasional alias Monas Jakarta.

Begitu takjub kami tiba di Jam yang selalu hanya kami dengar ataupun lihat di media-media. Hari ini hari Ahad, takdirpun mengantarkan kami menjadi salah satu penyaksi jam besar nan indah.

Aktivitas di Taman Jam Gadang

Pagi menjelang ramailah warga masyarakat berdatangan memakai baju training bersiap untuk senam pagi bersama. Instruktur senam dengan musik berirama beat yang menggiring orang menggerakkan badannya tampak di depan Jam Gadang dekat pasar Atas Bukittinggi. Ternyata di depan Museum Bung Hatta Bukittinggi juga ada kelompok senam. Yang terakhir ini sepertinya untuk yang low impact.

Dokar Delman di ujung taman yang lain yang lebih dekat ke Pasar Atas menanti penumpang yang ingin menyewanya. Sekali putaran wilayah Bukittinggi turis membayar 75ribu. Kawan-kawan naik delman tersebut dari Jam Gadang ke Bamboosa Guest House membayar 50ribu dengan penumpang 4-5 orang.

Penjual kaos khas Jam Gadang dan kaos dengan kata-kata gaul berbahasa Minang tampak mulai menggelar dagangannya pada pukul 06.30. Menanti wisatawan yang ingin membawa oleh-oleh kaos. Harga kaos + celana untuk anak kecil satu stel 30ribu. Untuk kaos dewasa lengan panjang dan pendek harga dari 35-40ribu. Selain kaos ada juga yang menjual jilbab dan kerudung.

Satu pengalaman yang mengesankan dan tak kan terpuaskan jika hanya sebentar berkeliling Kota Bukittinggi. Sayangnya kami hanya sekitar 1 jam berada di lokasi ini.

Dipublikasi di Bukittinggi, Jalan-jalan | Tag , | Meninggalkan komentar

Kain Pengangkat Hajar Aswad di Masjid Raya Sumatera Barat Padang

Hari Ahad, 25 Maret 2018 banyak destinasi yang akan BYMers kunjungi. Diawali dari Lubang Jepang dan lanjut ingin mengintip Danau Maninjau. Setelah selesai kegiatan di Puncak Lawang, Danau Maninjau Bis Wisata kami pun mencari tempat makan siang. Terpilihlah Rumah Makan Kapau Uni Eni. Setelah kenyang kamipun melanjutkan perjalanan ke kerajinan Pandai Sikek Satukarya.

Lalu berlanjutlah Perjalanan tour kami di akhir waktu. Bus wisata kemudian menuju kota Padang. Yang kami sasar kali ini adalah Masjid Raya Sumatera Barat.

Perjalanan lumayan jauh dan lama. Setelah tiba di kota Padang, kurang lebih 30 menit kemudian sosok masjid raya kebanggaan warga Sumatera Barat terlihat di kiri jalan. Bus kami pun berhenti sebentar di Badan jalan, mempersilahkan rombongan kami untuk berfoto dan selfie.

Kain Pengangkat Hajar Aswad

Arsitektur Masjid Raya Sumatera Barat yang berada di pesisir Selatan kota Padang terinspirasi dari kisah pembangunan kembali Ka’bah sesudah terlanda banjir besar. Pada masa itu Nabi Muhammad ditunjuk sebagai penengah Bani Qurays agar Batu Hajar Aswad bisa dipasang kembali di dinding Ka’bah.

Nah kubahnya itu diibaratkan seperti kain surban yang digunakan Nabi Muhammad agar masing-masing perwakilan suku mendapatkan peran dalam mengangkat kembali batu Hajar Aswad. Nah bentuknya tetap ada unsur gonjong lancip khas bangunan tradisional Minang.

Sayang kami hanya dapat berfoto di luarnya saja tanpa sempat singgah untuk solat dan melihat kemegahan bagian interiornya.

Next time kalau ada waktu bolehlah mampir lagi.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Surat Cinta dari Bukittinggi

Seperti seorang dara jelita yang memikat banyak hati bujang-bujang, Bukittinggi memanggil para traveler pinuh kemesraan. Membalas semua harapan dan kerinduan para pelintas wisata. Seperti surat cinta yang terbalas. Alam hijau, pohon rimbun rindang, hawa sejuk dan keramahan penduduk memanjakan mata lahir dan batin. 

Kelengkapan budaya, adat istiadat dan kekayaan kuliner yang tersohor membetahkan para traveler untuk berlama-lama, menikmati keindahan dan kelezatannya. 

Masakan Minang, hanya 10% yang enak, yang 90% masuk kategori sangat uenak. Makan masakan Minang tidak terasa gatal di lidah, tidak nyangkut di tenggorokan dan sedap di badan. Bahan-bahan alami yang berbumbu rempah asli Nusantara. Maknyusss.

Surat cinta kami, para traveler dari Jakarta berbalas penuh pesan memorabilia. Manis-manis bahagia. Bukittinggi Memorable City. Andam oi Andam oi Andam oi Bukittinggi Andam oi.

Bukittinggi Koto rang Agam oi Andam oi Andam

Seperti lantunan lagu dari Biduan penguasa Minangkabau Si Ratu SikumbangDulu hati dipamainkan, Kini hati mampamainkan, Lamo Denai mencari jawek, Lah batamu hilang pulo, sarupo simala kami, manyasal batamu, namun sakik kahilangan ” 

Ribuan bait puisi cinta dilantunkan di Bukittinggi, siang malam penuh dengan kenangan manis, saat meninggalkan kota Bukittinggi hati seperti berserakan, landas pacu kota Padang, bergerumuh serasa enggan melupakan

Dipublikasi di Bukittinggi, Jalan-jalan | Tag | Meninggalkan komentar

Panorama Ngarai Sianok Bukittinggi: Spektakuler

Pemandangan alam yang indah dan alami, pohon-pohon yang tinggi rindang, taman-taman yang nyaman, monyet-monyet yang bebas berkeliaran itulah yang kami temui di Spot Ngarai Sianok.

Biaya masuk dewasa sebesar 15ribu/orang dan kamipun bebas kemanapun di dalamnya. Termasuk juga mengunjungi Lubang Jepang Bukittinggi. Panorama Ngarai Sianok dan Lubang Jepang memang satu lokasi yang sama.

Rupanya pengelola pariwisata Panorama Ngarai Sianok sudah mengerti maknanya dan pentingnya spot-spot manis dimana turis-turis bisa mengambil mengabadikan momen di Ngarai Sianok Bukittinggi. Jadi dibuatlah kursi duduk dengan ornamen berbentuk Love. Tentu bagi grup dan kelompok yang kebetulan singgah tidak akan melewatkan spot tersebut. Ada lagi beberapa spot.

Spektakulernya Ciptaan Allah Yang Mahakuasa

Bagaimana penciptaan bentang alam di Ngarai Sianok, tentu kami tidak faham. Ratusan ribu tahun mungkin tak cukup untuk mengukir keindahan alam tersebut. Sangat indah dan ingin berlama-lama di tempat ini. Jika kabut belum turun, biasanya di pagi sekali, akan nampak siluet biru Gunung Marapi di kejauhan.

Sebuah lembah nan begitu hijau penuh tetumbuhan besar khas hutan Sumatera. Begitu lebar dan dalam, berkelok-kelok penuh keindahan rupa. Semoga terpelihara terus keindahannya hingga banyak traveler yang dapat menikmati indahnya.

Tour Bukittinggi kali ini memberikan kami sedikit waktu untuk mengexplore di setiap spot wisata yang kami kunjungi.

Ah kapankah kami akan mengunjungi nya lagi.

Dipublikasi di Bukittinggi, Jalan-jalan | Tag , , | Meninggalkan komentar

Icip Icip Kuliner Minang kami lakukan di 5 Spot

Edisi Tour Bukittinggi Memorable City 2018 ini kami menikmati wisata kuliner di 5 Spot. Selain pada penerbangan kami mendapatkan breakfast yang sama rata yaitu Omelette dan Sosis dengan kentang

  1.  Sate Mak Syukur, Padang Panjang: Sate Padang pakai Lontong
  2. Rumah Makan Sapta Flora, Batusangkar : Itiak lado mudo, ikan bakar, ayam pop, rendang 
  3. Dinner n Durian di Bamboosa Guest House, Bukittinggi
  4. Breakfast Soto Padang di Bamboosa Guest House
  5. Lunch di Lapau Nasi Uni Eni: Itiak lado mudo, rendang, 
  6. Dinner Soto Padang Rumah Makan Garuda, Padang

Menikmati rendang yang dicampur dengan singkong goreng gurih yang renyah kita malah jadi lupa sama dagingnya :D.

.

Kami juga mendatangi lebih kurang 4 lokasi membeli oleh-oleh.

Dalam proses penyelesaian tulisan.

Dipublikasi di Bukittinggi, Jalan-jalan, Kuliner | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Kabut dan Hawa Sejuk Puncak Lawang Danau Maninjau

Sampai juga kami di Destinasi terakhir sebelum kami kembali ke Kota Padang Sumatera Barat, yaitu di Puncak Lawang, Danau Maninjau.

TOKO OLEH-OLEH UMMI AUFA HAKIM BUKITTINGGI

Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Bamboosa Guest House Bukittinggi, kamipun diantar Pak Akhyar, driver bus wisata kami, untuk mengunjungi toko oleh-oleh khas Minang semisal keripik Sanjay, dakak-dakak, sagun bakar, dll. Tepatnya di Toko Oleh-oleh Ummi Aufa Hakim. Lumayan lengkaplah jenis oleh-oleh yang bisa kami bawa dengan harga yang termurah ada dodol seharga 8ribu dan yang termahal adalah olahan pangan dari ikan bilih sekitar 45ribu.

Selanjutnya setelah selesai, bus wisata kamipun dipenuhi dus-dus berisi oleh2 yang di dusnya sudah diberi nama dan alamat kami masing-masing. Okay kamipun duduk nyaman dan menuju spot selanjutnya yaitu Panorama Ngarai Sianok.

Setelah selesai kami memasuki lubang Jepang, kamipun tidak naik tangganya lagi tapi Pak Akhyar langsung menjemput kami di pintu keluar bawah Lubang Jepang. Spot selanjutnya setelah kami membeli foto-foto jualan uda-uda di Ngarai Sianok dan telah kumpul lengkap di bus wisata adalah Puncak Lawang Danau Maninjau.

Puncak Lawang Danau Maninjau

Jalan yang penuh kelok dan mendaki membawa kami menjauhi kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Sekitar 2 jam kemudian tibalah kami. Di suatu puncak dengan pemandangan spektakuler di bawahnya, yaitu Danau Maninjau. Entah berapa ratus meter dibawahnya, jarak antara puncak dengan Danau Maninjau. Hawa sejuk terasa di paru-paru, sayang kabut telah berkuasa.

Indahnya pemandangan di bawah sana, di Danau Maninjau. Tentu grup kami tidak lupa berfoto bersama dan Selfi masing-masing. Mengabadikan keindahan yang akan jarang kami temui sebagai traveler dari perkotaan.

Dipublikasi di Bukittinggi, Jalan-jalan | Tag , , , | Meninggalkan komentar